Menumbuhkan Loyalitas Karyawan Atau Merekrut Karyawan Yang Memiliki Loyalitas?

0 komentar

Mana Yang Anda Akan Pilih? Menumbuhkan Loyalitas Karyawan Atau Merekrut Karyawan Yang Memiliki Loyalitas?
Menumbuhkan Loyalitas Karyawan Atau Merekrut Karyawan Yang Memiliki Loyalitas?
 
(Vibizmanagement - HR) - Memiliki karyawan dengan loyalitas yang tinggi adalah impian semua management perusahaan. Oleh karena loyalitas merupakan suatu dasar bagi seorang karyawan untuk dapat bertahan dan memberikan pengabdian. Semakin banyak karyawan yang mengabdi, sudah dapat dipastikan semakin kuat perusahaan itu untuk dapat bertahan. Namun semakin sedikit karyawan yang loyal terhadap perusahaan, maka sudah dapat dipastikan pihak manajemen harus berjuang habis-habisan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan. Seperti kata pepatah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Mudah saja cara mengukur tingkat loyalitas dari karyawan yang anda miliki. Anda dapat mengukurnya dengan menghitung berapa orang karyawan yang bertahan sampai akhir masa pensiunnya? Berapa banyak karyawan yang memiliki masa kerja 20-30 tahun? Berapa banyak karyawan yang memiliki masa kerja 10 – 15 tahun? Atau sulitkah untuk menjumpai karyawan yang memiliki masa kerja lebih dari 5 tahun? Jika sulit menemukan mereka yang dapat bertahan lama di perusahaan, berarti tingkat loyalitas karyawan masihlah sangat rendah.

Dapat dipastikan rendahnya tingkat loyalitas dari karyawan akan berbanding terbalik dengan tingginya angka turn over karyawan. Hal ini akan lebih banyak berdampak negative bagi perusahaan terutama bagi iklim kerja yang tercipta yang tentu saja akan mempengaruhi etos kerja karyawan yang ada. Selain itu inconsistency akan ditemukan dalam banyak hal seperti dalam system, kebijakan serta peraturan yang dianut perusahaan. Turn Over yang tinggi juga akan mengakibatkan langkanya tenaga professional serta akan menghabiskan biaya lebih untuk pelatihan bagi karyawan yang baru. Tidak dapat dibayangkan apa yang terjadi bila suatu department dipimpin oleh orang-orang yang terus berganti-ganti. Sudah dapat dipastikan department ini akan jalan di tempat karena akan selalu memulai sesuatu yang baru ketika berganti kepemimpinan.

Oleh sebab itu, setiap perusahaan perlu mengukur tingkat loyalitas karyawan yang dimilikinya. Jika perusahaan mendapati bahwa tingkat loyalitas karyawan masih rendah, maka manajemen perlu untuk segera mengambil tindakan untuk meningkatkan loyalitas karyawannya. Lalu tindakan apakah yang harus segera diambil management untuk meningkatkan loyalitas karyawan? Apakah merekrut tenaga kerja yang memiliki loyalitas yang tinggi menjadi solusi yang baik? Para recruiter dapat saja mengambil tindakan dengan merekrut tenaga kerja yang dirasa memiliki loyalitas yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari seberapa lama si calon karyawan dapat bertahan pada perusahaan yang terdahulu. Tapi apakah hal ini merupakan solusi yang tepat? Atau management memberikan training dan pengarahan kepada karyawan mengenai pentingnya loyalitas karyawan? Kedua hal ini bukanlah hal yang tepat. Loyalitas itu bukan dicari tetapi ditumbuhkan.

Kata kuncinya adalah menumbuhkan loyalitas bukan  mencari loyalitas. Sehingga pihak management harus segera bertindak untuk menemukan apakah yang dapat menumbuhkan loyalitas karyawan. Mulailah dengan menganalisa hasil dari setiap exit interview yang dilakukan bagi karyawan yang mengundurkan diri. Jika selama ini exit interview kurang berjalan, maka mulailah untuk meangktifkannya lagi. Mintalah setiap karyawan yang mengundurkan diri mengemukakan alas an sebenarnya mengapa ia mengundurkan diri. Kemudian cobalah untuk menganalisa setiap alasan-alasan tersebut.

Jika sebagian besar dari alasan yang dikemukakan para mantan karyawan adalah mengenai gaji atau benefit lainnya, maka segeralah mereview apakah gaji serta benefit yang diberikan oieh perusahaan sudah sesuai dengan pasar yang ada atau memang masih jauh. Jika hasilnya adalah gaji serta benefit yang ada masih jauh dari pasar, maka segeralah mengadakan penyesuaian secara bertahap. Jangan takut untuk melakukan hal ini, walaupun ini akan berdampak kepada cost yang lebih tinggi namun perusahaan pun akan mendapat keuntungan yang setimpal yaitu dengan berhasilnya perusahaan mempertahankan tenaga-tenaga profesionalnya.

Hal kedua yang dapat menjadi penyebab rendahnya loyalitas karyawan adalah tidak tersedianya jenjang karir yang jelas bagi karyawannya. Jalan keluarnya adalah pihak management bersama dengan pihak HRD harus mulai merumuskan jenjang karir bagi setiap posisi yang ada di perusahaan tersebut dan segeralah lakukan sosialisasi kepada karyawan, sehingga karyawan tidak menjadi resah dan merasa tidak ada masa depan bagi mereka. Usahakan tidak ada satu pun posisi yang tidak memiliki jenjang karir. Selain itu buatlah program pelatihan bagi setiap posisi guna mengembangkan setiap karyawan.

Namun bila ditemukan penyebab rendahnya loyalitas karyawan adalah lingkungan kerja yang tidak sehat atau tidak harmonisnya hubungan antar karyawan atau antara management dan karyawan maka pihak management jangan segan-segan untuk mulai mengambil tindakan yang mungkin sedikit ekstrim guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

Sebuah buku yang berjudul First Break All the Rules mempublikasikan hasil dari sebuah survey yang dilakukan oleh Gallup Organization yang dalam salah satu penelitiannya menyimpulkan bahwa alasan terkuat seseorang untuk keluar dari perusahaan adalah ketidakcocokan pada atasannya. Survey ini melibatkan lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manager. Penemuan ini pun menyimpulkan jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, maka lihatlah atasan langsung/ tertinggi di department mereka. Atasan seringkali menjadi alas an bagi karyawan untuk dapat tetap bertahan dan berkembang. Apapun hasil dari analisa anda, segeralah bertindak untuk meningkatkan loyalitas karyawan anda.
Menumbuhkan Loyalitas Karyawan Atau Merekrut Karyawan Yang Memiliki Loyalitas?

(RB/IC/vbm)

sumber: http://managedaily.co.id/column/index/category/human_resources/2320/20
Share this article :
b 0 Komentar
fb Komentar

Posting Komentar

Note: Berkomentarlah dengan bijak agar waktu kita tidak menjadi sia-sia