Sekali Hantam, Roket Israel Tewaskan 11 Warga Sipil

0 komentar


Liputan6.com, Gaza: Hantaman roket Israel Minggu malam membuat rumah milik Mohamed Dalou di Distrik Sheikh Radwan, Gaza, rata dengan tanah. Pejabat Hamas yang jadi target serangan itu selamat, namun tragisnya seluruh keluarganya binasa.

Total sebelas orang yang tewas, lima di antaranya adalah perempuan dan empat anak-anak. Itu adalah insiden yang mengakibatkan korban nyawa terbanyak di Jalur Gaza, selama enam hari pertempuran.

Jasad anak-anak dalam kondisi mengenaskan ditarik dari puing berjelaga dan segera dibawa ke kamar mayat RS Shifa. Juga tubuh renta seorang nenek berusia 80 tahun yang tak lagi bernyawa. Para petugas penyelamat di lokasi ledakan terus menggali puing-puing, mencari kemungkinan ada korban selamat.

Saksi mata menceritakan, situasi di lokasi kejadian teramat kacau. Mereka yang tewas dan terluka cepat-cepat dibawa ke RS Shifa, yang menjadi pusat penanganan medis sejak Israel melancarkan Operasi Pilar Pertahanan.

Jasad empat anak Dalou tampak terbaring di dua amben besi kamar mayat. Wajah mereka tak lagi jelas, tertutup debu dan darah yang mengering. Orang-orang yang berkumpul di muka kamar mayat makin murka saat jasad ibu para bocah itu, didorong masuk kamar mayat, ditutupi selembar selimut.

Perdana Menteri Hamas, Ismael Haniyeh mendeskripsikan kejadian maut itu sebagai "pembantaian". Sementara komandan sayap militer Brigade al-Qassam bersumpah akan membalas dendam. "Pembantaian keluarga Dalou tidak akan berlalu begitu saja tanpa balasan," kata dia mengultimatum.

Taktik Israel
Terkait jatuhnya korban sipil tersebut, seorang juru bicara Pasukan Pertahanan Israel mengatakan militer tidak bisa mengonfirmasi target incaran secara persis.

Sejauh ini lebih dari 73 orang Palestina, termasuk 37 warga sipil menjadi korban. Sementara di pihak Israel, tiga penduduknya tewas akibat roket yang ditembakkan dari Gaza.

Taktik Israel yang menjadikan rumah para militan sebagai target, berpotensi meningkatkan risiko korban jiwa di kawasan padat penduduk Gaza. Militer juga memperluas serangannya ke kantor pemerintahan dan lokasi persembunyian.

Israel mengklaim telah berusaha menghindari korban jiwa dari warga sipil. "Adalah niat kami untuk menghindari kerusakan meluas," kata Moshe Yaalon, menteri urusan stategis dalam sebuah konferensi pers. "Kami beroperasi secara perlahan, mengidentifikasi target, dan membersihkan area di sekitarnya."

Ia berdalih, pamflet dan SMS yang disebar untuk warga Gaza adalah upaya untuk mengurangi jumlah korban sipil. "Namun, ketika militan menggunakan warga sipil sebagai tameng, apa mau dikata? Kami tak punya pilihan," kata dia. (Guardian)
Share this article :
b 0 Komentar
fb Komentar

Posting Komentar

Note: Berkomentarlah dengan bijak agar waktu kita tidak menjadi sia-sia